Melalui Workshop STEM, SMAN 10 Bandar Lampung Perkuat Inovasi Pembelajaran Abad 21
Melalui Workshop STEM, SMAN 10 Bandar Lampung Perkuat Inovasi Pembelajaran Abad 21
Bandar Lampung — SMAN 10 Bandar Lampung menggelar workshop Model Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) guna mendorong transformasi pembelajaran abad 21 yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat (10/4/2026) hingga Sabtu (11/4/2026), dan diikuti oleh para guru.
Workshop menghadirkan pemateri Hi. Muhammad Amin, S.T., M.T. dari BRIN dan Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si., Ph.D. dari Universitas Lampung, dengan fokus pada penguatan kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan STEM di kelas.
Pendekatan STEM mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pemecahan masalah. Model ini dinilai relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam pemaparannya, Abdurrahman menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi guru. “Kami di universitas terus berusaha mengembangkan kemampuan profesional Bapak/Ibu Guru, sebagai wujud pengabdian masyarakat. Harapannya ilmu yang diberikan bisa menyebar kepada siswa supaya mereka lebih bisa berpikir kreatif dan kritis dan mampu melihat masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMAN 10 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi, menilai bahwa inovasi pembelajaran menjadi kebutuhan di tengah perkembangan zaman. Ia berharap workshop ini mampu mendorong perubahan nyata di kelas. “Saya berharap terjadi perubahan dalam proses pembelajaran di kelas. Selama ini guru telah melaksanakan pembelajaran dengan baik, namun perkembangan zaman menuntut kreativitas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, workshop STEM ini diharapkan dapat membantu guru menyesuaikan diri dan menerapkan pendekatan STEM dalam pembelajaran ke depan.,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua Pelaksana, Shinta Pratiwi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna. “Kurikulum Merdeka sangat menekankan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan. Metode berbasis STEM memancing siswa untuk berpikir kritis, memproduksi sesuatu, dan berkreasi,” jelasnya.
Dari sisi peserta, workshop ini juga memberikan dampak positif. Qudwah Mutawakkilah, yang mengajar mata pelajaran Kimia dan Biologi, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait penerapan STEM di kelas. “Kesan saya dalam mengikuti workshop kali ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya tentang STEM dan aplikasinya di dalam kelas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Betty Oktaviawati, yang mengajar mata pelajaran Matematika, menyebut materi yang disampaikan mudah dipahami dan aplikatif. “Materi yang disampaikan membuat kita lebih mengerti tentang pembelajaran menggunakan STEM, langkah-langkah yang perlu dilakukan, dan makna dari STEM itu sendiri,” katanya.
Melalui kegiatan ini, SMAN 10 Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi guru melalui inovasi metode mengajar, tetapi juga pada penguatan kemampuan peserta didik agar lebih adaptif terhadap perubahan dan mampu bersaing secara kompetitif di era global. Dengan demikian, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.
Penulis : Yulinda Aulia Dahlin, M.Pd.,Gr.
Penyunting : Selviyani Melia, M.Pd.,Gr.
